Gambar : Dokumentasi Peserta, 2025
Surau Ka'bah Inyiak Tuah,
sebuah pusat spiritual dan kebudayaan di Minangkabau, kembali menunjukkan
eksistensinya sebagai ruang pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat
ibadah dan pengajaran agama, surau ini kini menjadi ruang belajar digital melalui
pelatihan bertema “Digital Marketing”, yang digelar awal bulan ini.
Membawa Dunia Digital ke Dalam
Surau
Pelatihan ini diikuti oleh 16 orang peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat yang
tinggal di Agam, pelaku UMKM, pemuda nagari, hingga ibu rumah tangga. Mereka diseleksi
oleh intasnsi BLK Kabupaten Agam dilakukan seleksi Senin, 19 Mei 2025 kegiatan dimulai
27 Mei 2025 berlangsung sampai akhir bulan ini.
Uniknya, seluruh kegiatan
berlangsung di dalam lingkungan Surau Ka'bah Inyiak Tuah—tempat yang dikenal bangunan
berbentuk ka’bah.
Kreativitas yang Berakar dari
Tradisi
Salah satu aspek menarik dari
pelatihan ini adalah pendekatan kreatif yang digunakan dalam praktik digital
marketing. Para peserta tidak hanya belajar membuat konten, tetapi juga
ditantang untuk mengangkat potensi lokal sebagai materi promosi digital.
Misalnya, ada peserta yang
membuat konten promosi sanjai khas nagari dengan gaya video TikTok menggunakan teknologi
yang ada pada peserta, atau ada yang memasarkan makanan, Sulaman, rajutan,
woodplan dan jasa yang peserta miliki. Setiap produk lokal dikemas dengan rasa
bangga terhadap identitas brand masing-masing peserta, namun tetap mengikuti
tren pemasaran modern.
Surau sebagai Ruang Inovasi
Sosial
Pelatihan ini membuktikan bahwa
surau dapat berfungsi lebih luas dari sekadar tempat ibadah. Surau Ka'bah
Inyiak Tuah kini menjadi tempat lahirnya inovasi sosial, ekonomi, dan digital
yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal.
Selain pelatihan teknis, kegiatan
ini juga diisi dengan sesi refleksi keagamaan, diskusi nilai adat, dan motivasi
kewirausahaan, yang menjadikan pengalaman belajar semakin utuh dan bermakna.
Langkah Awal Menuju
Kemandirian Digital Nagari
Pada saat ini pelatihan, beberapa
peserta telah mulai mengimplementasikan ilmu yang didapat. Ada yang membuka
toko online, memperbaiki branding produk, hingga merancang strategi konten
mingguan. Peserta pun berencana membuat forum alumni untuk terus mendampingi
perkembangan usaha mereka secara digital.

