Pada Mei 2025, saya mendapat sebuah kesempatan langka—ikut serta dalam pelatihan Digital Marketing yang diadakan oleh BLK Agam, bertempat di Surau Ka'bah Inyiak Tuah, Nagari Panampuang, Kabupaten Agam. Dari 71 pendaftar, hanya 16 yang terpilih. Dan saya... beruntung menjadi salah satunya.
Namun, pelatihan ini bukan sekadar belajar strategi pemasaran atau mengenal dunia digital. Ini adalah perjalanan menemukan jati diri, tumbuh bersama, dan membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah.
Hari 1–3: Mengenal Diri, Membangun Pondasi
Awal pelatihan dimulai dengan cara yang unik—kami duduk membentuk huruf U, berdasarkan urutan usia termuda. Pak Delvi Sismanto, fasilitator kami yang penuh semangat, langsung mencairkan suasana lewat game seru agar kami cepat akrab.
Kami juga menjalani tes kepribadian MBTI, dilanjutkan refleksi mendalam melalui Kuesioner Kehidupan. Saat bermain puzzle sederhana, kami belajar bahwa membangun bisnis ibarat menyusun potongan yang rumit: butuh kesabaran, kerja sama, dan strategi.
Hari ketiga, kami disuguhi video penuh makna. Pesannya sederhana namun mendalam: kesuksesan bukan milik yang sempurna, tapi milik mereka yang konsisten dan terus mencoba.
Hari 4–6: Merancang Citra Diri Digital
Kami mulai menyelami dunia digital lebih dalam—mulai dari personal branding, digital literacy, hingga etika bersosial media. Kami dikenalkan pada aplikasi keuangan digital seperti DANA, LinkAja, dan QRIS, serta konsep pelayanan prima: Attitude, Attention, Action.
Teknologi masa depan seperti ChatGPT dan Evo juga diperkenalkan. Namun kami diajak menyadari: secanggih apa pun teknologi, ia tak bisa menggantikan sentuhan manusia yang unik dan penuh empati.
Hari 7–10: Strategi Bisnis dan Kekuatan Konten
Empat hari ini terasa sangat aplikatif. Kami belajar tentang E-Business, E-Commerce, dan menyusun analisis SWOT untuk mengenali kekuatan dan kelemahan bisnis.
Salah satu momen favorit saya adalah membedah studi kasus Pisang Sale Coklat milik Rizca Ridayanti. Kami belajar menyusun strategi pemasaran, memahami Segmenting, Targeting, Positioning (STP), merumuskan Unique Selling Proposition (USP) dan membangun brand identity.
Kami juga dikenalkan dengan konsep 4P dalam marketing: Produk, Harga, Tempat, Promosi—sebuah fondasi penting bagi pebisnis digital.
Hari 11–13: Wujudkan Eksistensi Digital
Praktik langsung dimulai! Kami membuat blog pribadi, memberi ulasan di Google Review, menyusun Linktree, dan Lynk.id untuk menampung semua tautan penting bisnis kami.
Hari ke-13, kami mulai menyusun kalender konten media sosial, memilih platform yang sesuai, dan belajar membuat iklan yang tidak hanya informatif, tapi juga menggugah emosi.
Hari 14–18: Visualisasi Produk yang Memikat
Kami mulai menyentuh sisi estetika dalam pemasaran—belajar fotografi produk hanya dengan kamera HP, mengedit menggunakan Canva, dan menyusun katalog digital.
Hari ke-18 menjadi titik balik bagi saya. Kami membuat photobox sederhana dan mulai mengedit video promosi di CapCut. Saat itulah saya jatuh cinta pada dunia videografi—seni bercerita lewat visual.
Hari 19–22: Dari Konten ke Konversi Penjualan
Saatnya jualan! Kami membuat akun di Shopee dan TikTok Shop, mulai mengunggah video produk, menyusun etalase toko, dan belajar beriklan melalui Meta Ads dan Google Ads.
Kami tidak hanya belajar teknis, tapi juga bagaimana memahami audiens, memilih kata kunci yang tepat, dan membangun koneksi emosional dengan calon pelanggan.
Hari 23 & Penutupan: Perpisahan yang Penuh Makna
Hari ke-23 adalah momen haru. Kami menyelesaikan tugas akhir dengan suasana yang hening—bukan karena lelah, tapi karena kami tahu ini adalah hari terakhir kebersamaan kami. Tangis bahagia, pelukan hangat, dan rasa syukur menyelimuti ruangan. Kami berpamitan—dengan teman seperjuangan dan dengan Pak Delvi, mentor yang begitu sabar dan tulus.
Acara penutupan akan dilaksanakan besok dihadiri langsung oleh Bupati Agam, Bapak Benny Warlis.
Lebih dari Sekadar Ilmu Digital
Pelatihan ini bukan hanya tentang memahami digital marketing. Ia adalah cermin untuk mengenali potensi diri, ladang untuk tumbuh bersama, dan jalan menuju impian yang lebih nyata.
Saya pulang bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan semangat baru, percaya diri, dan harapan. Terima kasih BLK Agam, Surau Ka'bah, Pak Delvi, dan teman-teman seperjalanan. Semoga ini bukan titik akhir, tapi langkah awal menuju masa depan yang ingin kami wujudkan.

