Sabtu, 21 Juni 2025
Kegiatan belajar Aplikasi CapCut kali ini bukan hanya tentang mengedit video—tetapi juga menjadi wadah untuk melatih keberanian berbicara di depan umum. Meski kemampuan awal kami masih terbatas, semangat untuk belajar dan mencoba hal baru terasa sangat kuat di antara para peserta.
Di awal sesi, kami diperkenalkan dengan dasar-dasar penggunaan aplikasi CapCut. Satu per satu mulai mencoba, terkadang masih bingung, terkadang ragu. Tapi justru di situlah letak keseruannya. Kami saling membantu, saling menunjukkan cara memotong klip, menambahkan transisi, hingga memilih musik yang cocok. Suasana belajar terasa hangat dan kolaboratif.
Tak hanya belajar teknis, kami juga mendapat kesempatan untuk melatih public speaking. Beberapa peserta tampil ke depan untuk memperkenalkan proyek video mereka, menjelaskan alur editing yang dipilih, dan menyampaikan pesan dari video yang dibuat. Meski masih ada rasa gugup, semua diberi ruang untuk berkembang.
Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung: membuat video promosi produk menggunakan CapCut. Di sinilah kreativitas mulai bermekaran. Berbagai ide dituangkan dalam bentuk visual yang menarik, mulai dari pengambilan gambar, narasi, hingga efek-efek yang membuat video menjadi lebih hidup.
Bapak Delvi Sismanto kemudian memberikan pengarahan lebih lanjut mengenai penugasan yang akan datang. Ia menjelaskan secara rinci mengenai konsep video produk yang harus dibuat, sekaligus memberi motivasi agar terus mengasah kemampuan editing.
Meski awalnya banyak di antara kami merasa belum mahir, lambat laun semua mulai terbiasa. Dengan dukungan teman-teman dan bimbingan yang sabar, proses pengeditan terus berlanjut dengan antusiasme tinggi.
Pada akhirnya, belajar CapCut bukan hanya soal menguasai aplikasi—tetapi juga tentang berani tampil, bekerjasama, dan mengekspresikan kreativitas. Sebuah pengalaman berharga yang tak hanya menambah skill, tapi juga membangun kepercayaan diri.
.jpeg)
.jpeg)